Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polsek Delitua Menegaskan Bahwa Kasus Kematian Dua Pak Ogah Murni Kecelakaan

Senin, 03 Juli 2023 | Juli 03, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-03T02:43:42Z


BUTUH BANTUAN HUKUM?

Jurnalisme.Online

-Polsek Delitua menegaskan bahwa kasus kematian dua Pak Ogah, yang jasadnya ditemukan dalam parit Jalan AH Nasution, Kota Medan murni akibat kecelakaan.

Adapun kedua korbannya yakni Andi Sahputra alias Aleng (40) warga Jalan Sejati, Gang Iman, Lingkungan VII, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, dan Mardian alias Wakas (40) warga Jalan Cinta Karya, Gang Kolam, Lingkungan VII, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap Nover Baruwu, pengendara Toyota Avanza hitam bernomor polisi BB 1238 QA ini akhirnya mengakui, bahwa dia sudah menabrak kedua korban.
"Murni kecelakaan. Pengakuan sopirnya dia mengantuk dan melaju dengan kecepatan tinggi," kata Kanit Lantas Polsek Delitua, Iptu Bazao Bulolo, MInggu (2/6/2023).

pengakuan dari Nover Baruwu, pengendara mobil itu pun kini sudah dijadikan tersangla.
"Kami sudah gelar. Jadi penanganannya dari Reskrim diserahkan ke Unit Lantas," kata Bazaro. 
Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka Nover Baruwu, dirinya mengemudi dengan kecepatan tinggi hingga hilang kendali.

"Dia (tersangka) ngantuk. Jadi korban yang perutnya pecah itu karena dihantam, bukan senjata tajam," katanya.
Untuk mengetahui apakah tersangka ada menggunakan narkoba atau tidak, polisi sudah memeriksa urine Nover Baruwu.
Namun hasilnya negatif. 
Keluarga Sempat Curiga Korban Dibunuh
Warni, ibu dari Andi alias Aleng, sempat curiga bahwa anaknya itu merupakan korban pembunuhan.
Sebab, kata Warni, berdasarkan pengelihatannya, ada ditemukan bekas mirip sayatan senjata tajam di leher anaknya. 
Kemudian, perut korban robek, hingga ususnya terburai. 

Yang membuat kasus ini makin janggal, kata dia, jika memang Andi ditabrak, dirinya tidak ada melihat luka lecet akibat terseret mobil.

Luka pada perut itupun seperti ditusuk atau disayat 
"Kapolsek bilang ditabrak kencang. Luka di perut seperti kena sayat pisau, di leher seperti ada potongan bekas parang dan kaki patah. Tetapi saya belum bisa memastikan dia kecelakaan atau apa," kata Warni, Sabtu (1/7/2023).
Warni meminta polisi mengusut tuntas kematian anaknya secara transparan.
Polisi diminta menjelaskan penyebab pasti kematian korban, apakah dibunuh atau murni tertabrak mobil seperti yang tersiar.

Kemudian dia juga meminta hasil autopsi disampaikan secara terbuka, apakah anaknya itu tewas seketika, atau memang dibuang ke dalam parit usai dibunuh. 
"Kami menyerahkan kepada pihak kepolisian. Paru-paru seperti apa, apakah ada air dan tidak harus diselidiki. Perut tidak kembung".

Sumber:Tribun.Com

×
Berita Terbaru Update